Jakarta, calonsukses — Presiden RI Joko Widodo (Jokowimemohon warga membentuk tim komunikasi, di antara lain melalui aplikasi WhatsApp sepanjang penanggulangan musibah banjir yang merendam beberapa daerah di Jabodetabek. Tujuannya, supaya perbaharuan serta penyebaran data soal banjir dapat didapat dengan kilat.

” Warga pula dimohon supaya terus membagikan data serta terdapat himbauan membentuk tim Whatsapp yang sekiranya dapat membagikan data hingga ke tingkatan keluarga. Itu yang jadi arahan dari presiden,” ucap Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah( BNPB) Doni Monardo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jumat( 3/ 1).

Konpers dicoba usai rapat terbatas dengan Jokowi, Wakil Presiden Maruf Amin, serta para menteri Kabinet Indonesia Maju.

Tidak cuma itu, Doni berkata Jokowi pula mengimbau warga dapat mewaspadai wilayah pemukimannya tiap- tiap. Spesialnya, yang semula ialah wilayah resapan air serta terletak di dataran rendah.

” Pimpinan wilayah hingga kepala desa, lurah pula supaya menegaskan warga buat tidak terletak di tempat berisiko sebab dapat saja hujan tidak terjalin di tempat mereka, tetapi di hulu. Tetapi dalam waktu lama, air dapat mengalir dengan deras ke posisi yang jadi hunian warga,” terangnya. 

Jokowi Imbau Masyarakat Bentuk Grup WhatsApp Info BanjirKepala BNPB Doni Monardo (tengah). (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

Alasannya Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika( BMKG) meramalkan curah hujan masih hendak besar paling tidak sampai Februari- Maret 2020. Apalagi, curah hujan besar diprediksi hendak kembali dialami kurun waktu 2 minggu ke depan.

Kemudian, para kepala wilayah pula diimbau supaya tidak ragu mengganti status sesuatu kawasan jadi darurat musibah apabila memanglah terdampak parah. Tujuannya, supaya dorongan dapat lekas diprioritaskan buat wilayah darurat musibah lebih dahulu.

” Terima kasih pula dari presiden kepada segala aparat yang telah bekerja secara sukarela serta para sukarelawan semenjak hari awal dengan menolong warga dalam proses evakuasi. Pula dengan dorongan dari komunitas serta swasta di dapur universal, tercantum para BUMN,” ucapnya.

Penindakan Pascabanjir

Pada peluang sama, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara berkata Jokowi juga memohon supaya dorongan kepada korban musibah banjir tahun baru terus diberikan.

” Cocok arahan presiden, kami membenarkan negeri muncul di tengah musibah yang lagi dirasakan masyarakat di Jakarta, Banten, serta Jawa Barat,” ucapnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkata kementeriannya pula hendak berkoordinasi dengan Kemensos buat penanggulangan bidang sosial serta kesehatan pascabanjir.

” Kami kirim regu survei dengan kerja sama warga, Tentara Nasional Indonesia(TNI), Polri, Dinas Kesehatan buat menghindari akibat setelah banjir. Misalnya, penyediaan air bersih sangat tidak buat pembersihan area supaya dapat dihuni,” tuturnya.

Sedangkan Menteri Dalam Negara Tito Karnavian berkata kementeriannya hendak berikan dorongan percepatan pengurusan dokumen kependudukan serta catatan sipil yang rusak pascabanjir. Dia memohon supaya kepengurusan dokumen yan grusak itu dapat dipercepat Ditjen Dukcapil Kemendagri.

” Aku telah instruksikan Dirjen buat bantu warga semaksimal bisa jadi supaya warga gampang ataupun miliki kembali,” imbuhnya.

Di sisi lain, dia mengumumkan pemecahan pemakaian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan( SiLPA) Anggaran Pemasukan serta Belanja Wilayah( APBD) serta Belanja Tidak Terduga( BTT) oleh para kepala wilayah terdampak musibah. Tujuannya, supaya terdapat ketersediaan dana penanggulangan musibah buat warga.

Terpaut pemecahan itu, Tito memohon DPRD buat berikan persetujuan pengalihan pemakaian anggaran di pos- pos tersebut. Karena, tujuannya buat menolong korban banjir, sehingga butuh lekas dicairkan atas persetujuan dari DPRD. 

Jokowi Imbau Masyarakat Bentuk Grup WhatsApp Info BanjirPedagang berjalan melintas saat banjir menggenangi lantai dasar Pasar Jatinegara, Jakarta, 2 Januari 2020.(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Penanggulangan ke Depan

Di tempat yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkata Jokowi pula berikan instruksi supaya pembangunan infrastruktur penanggulangan musibah banjir terus dikerjakan.

Salah satunya, pembangunan Bendungan Sukamahi serta Bendungan Ciawi yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

” Dikala ini pembebasan lahannya telah lebih dari 95 persen. Sodetan pula dari 1, 2 km, kami selesaikan 600 m serta aku telah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta( Anies Baswedan) buat bebaskan lahannya, mudah- mudahan tidak sangat lama,” katanya.

Perihal ini dicoba di Sungai Ciliwung, sebab lebar sungai dikala ini cuma dapat dilalui air dengan debit berkisar 200 m kubik per detik. Sementara itu debit banjir pada 1 Januari 2020 menggapai 570 m kubik per detik.

[Gambas: Video CNN]

Tidak hanya itu, Basuki berkata kementeriannya pula ikut mempersiapkan rumah susun( rusun) di Pasar Rumput( Jakarta Selatan) dengan kapasitas 800 kepala keluarga guna warga yang terdampak pembebasan lahan.

Tidak hanya itu, dia pula telah mengerahkan 280 pegawainya ke 180 titik banjir buat mengecek tanggul, drainase, sampai pompa yang rusak akibat banjir supaya lekas diperbaiki.

” Seluruhnya kami siapkan, sebab bertepatan pada 11, 12, 13, 14, 15 Januari, bagi BMKG ialah puncak curah hujan besar,” kata Basuki. 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

rabu wekasan menurut islam

Sebagian para ulama mengatakan bahwasanya setiap tahun pada Rabu akhir di bulan shafar Allāh subhānahu wa ta’āla menurunkan 320.000 ribu bala, cobaan, musibah,…